Padang – Ketua Dewan Pengurus (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra Sumatra Barat Andre Rosiade menegaskan, Nasrul Abit dan Indra Catri (NA-IC) kader terbaik partai Gerindra yang diusung maju pada Konsestasi Pilkada untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2020-2025 adalah tokoh yang mengakar di Sumbar. Berasal dari Sumbar dan mengabdi di Sumatera Barat.

Baik NA maupun IC, kata Andre, dikenal sebagai pemimpin yang teruji dan punya rekam jejak yang baik dari sisi pengabdian sebagai kepala daerah dan upaya membangun Sumatra Barat.

“Pak NA dan IC adalah teknokrat, birokrat berpengalaman yang muncul dari bawah. Mereka, punya rekam jejak yang jelas, punya prestasi yang jelas dan punya kinerja yang jelas. Pak NA misalnya, dia adalah sosok pemimpin yang punya nyali. Berani mempertaruhkan nyawa demi masyarakat Minang di perantauan,” kata Andre Rosiade, Senin 27 Juli 2020.

Andre juga menjelaskan, sewaktu Nasrul Abit menjabat sebagai wakil hingga Bupati Pesisir Selatan, ia terbukti berhasil mengeluarkan Kabupaten Pesisir Selatan dari daerah tertinggal, menjadi berkembang. Keberhasilan itu, kembali dibuktikan saat ini ketika ia mendampingi Irwan Prayitno sebagai Wakil Gubernur Sumbar.

“Sebagai wakil gubernur, NA juga terbukti berhasil, mengeluarkan persoalan daerah tertinggal di Kabupaten Solok Selatan dan Pasaman Barat. Jadi, kinerja beliau sudah tidak diragukan lagi. Soal nyali, pak NA pemimpin yang punya nyali. Sewaktu masyarakat perantau Minang di Wamena dibunuh dan dibantai, NA datang kesana mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan warga Minang. Coba bayangkan,” ujar Andre semangat.

Selain itu, Indra Catri kata Andre selama menjabat sebagai Bupati Agam selama dua periode, juga terbukti berhasil membangun Agam. Indra Catri, mampu meningkatkan pendapatan perkapita Agam dua kali lipat dari sebelumnya.

Lebih lanjut Andre katakan, kedua tokoh yang muncul dari bawah ini merupakan solusi terbaik untuk Sumatra Barat. Keduanya, akan membuat perubahan nyata dan membuat Sumbar lebih unggul untuk semua lapisan dan golongan masyarakat Sumatera Barat.

“Insya Allah kami yakin, masyarakat ingin perubahan tentu NA-IC solusinya. Mereka bukan muncul tiba-tiba. Mereka tokoh yang muncul dan bergerak dari bawah,”tutup Andre Rosiade.(*)