+62 811-6948-844 ~ ADC nasrulabit.com@gmail.com

Demi Tuntasnya Kasus COVID-19, Sumbar Siapkan RS HB Saanin Untuk Pasien Gangguan Jiwa yang Terinfeksi

Share

Padang – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyebutkan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan fasilitas penanganan suspect Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 di Rumah Sakit Jiwa Prof HB. Saanin Padang.

Dalam dua atau tiga hari kedepan kata Nasrul Abit, seluruh fasilitas penunjang RS jiwa Prof HB. Saanin termasuk juga tenaga kesehatannya, sudah dapat beroperasi dan melayani pasien suspect Corona dengan baik, guna memutus mata rantai penyebaran pandemik mematikan itu.

“RS Jiwa Prof HB. Saanin Padang ini kita siapkan untuk pasien gangguan kejiwaan yang terinfeksi Covid-19,” kata Nasrul Abit, Selasa 12 Mei 2020.

Menurut literatur, gangguan jiwa memiliki banyak kategori sesuai dampak kesehatan fisiologi yang dialami pasien.

Ketika ditanya wartawan, apakah itu RS HB Saanin juga untuk pasien yang mengalami stress, Nasrul Abit membantah hal tersebut.

Namun pihaknya telah memikirkan hal tersebut. Pemprov Sumbar telah menyiapkan lokasi – lokasi karantina untuk mengurangi dampak stres pasien covid.

Namun, Rumah Sakit tersebut ditujukan khusus untuk pasien yang mengalami gejala ringan, sedangkan pasien dengan gejala berat tetap di rumah sakit, karena peralatan di rumah sakit lebih lengkap.

“Mungkin, tekanan batin yang dirasakan pasien yang dirawat di ruang isolasi RS rujukan lebih berat ketimbang yang diisolasi di Balai Diklat BPSDM Sumbar. Maka itu, kita coba siapkan skenario agar pasien-pasien tersebut, tidak mengalami tekanan,” ujar Nasrul.

Senada, Direktur Utama Rumah Sakit jiwa Prof HB. Saanin Padang Ernoviana menyebutkan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk, menerima pasien penyakit kejiwaan yang terpapar COVID-19.

Terkait dengan pelayanan lainnya, Ernoviana memastikan tidak akan terganggu. Karena, sudah dipersiapkan gedung khusus dengan menambahkan fasilitas penunjang lainnya.

Ternyata stigma orang gangguan jiwa tidak akan terkena covid-19 rupanya terbantahkan oleh fakta di RS HB Saanin. Menurut Dirut Ernoviana, pihaknya telah merawat beberapa pasien.

“Untuk saat ini, kita sudah menampung ODP sebanyak 11 orang yang berasal dari beberapa daerah di Sumbar. Diantaranya, Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, dan daerah lainnya tadi siang, dilaksanakan tahapan swap test. Terkait fasilitas untuk PDP positif, sudah dipersiapkan sebanyak 10 unit tempat tidur,” ujar Ernoviana.

Kategori pasien COVID-19 yang akan dirawat, jelas Ernoviana, merupakan pasien yang awalnya memang ada gangguan kejiwaan, dan setelahnya baru terpapar Covid-19.

“Berbeda dengan pasien yang terkena gangguan kejiwaan setelah terpapar COVID-19 tidak dapat dirawat di RSJ, karena dapat memperburuk kondisi kejiwaan pasien itu sendiri,” tutup Ernoviana.(*)