Jambi – Tidak benar jika ada anggapan masyarakat Sumatera Barat Irwan Prayitno – Nasrul Abit (IP-NA) tidak bekerja. Sudah banyak prestasi yang diraih oleh masing-masing OPD. Opini Wajar Tanpa Pengecualian sudah 7 tahun berturut-turut dan dari 3 daerah tertinggal ada 2 Kabupaten telah keluar dari daerah tertinggal Solok Selatah dan Pasaman Barat, tinggal lagi Kepulauan Mentawai.

Hal ini diungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam acara Silaturrahmi dan Dialog bersama Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) wilayah Jambi. Di ruangan VIP di rumah makan Pagi Sore Sipin jalan Kolonel Abunjani No. 51, Selamat, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Jum’at (21/2/2020).

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Chandra, SE, Ketua DPP IKKPS Pusat Dr. H. Alirman Sori, SH, M.Hum, Ketua DPW IKKPS Jambi Yulinar Saman Khatib S.IP. Sementara dari OPD Provinsi Sumbar dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Devi Kurnia, SH, MM, Kepala Kesbangpol Nazwir, SH, M.Hum, Kepala Biro Pemerintahan Drs. Iqbal Rama Dipayana, M.Si, Kepala Biro Rantau dan Pembangunan Drs. Luhur Budianda M.Si dan Sekretaris Pariwisata Ir. Taufik Ramadan, MM.

Wagub Sumbar ungkapkan, dari awal kepemimpinan saya sudah ditugaskan untuk melepaskan tiga daerah tertinggal di Sumbar, yaitu Solok Selatan, Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai. Dua daerah sudah terbebas dari daerah tertinggal. Tinggal Mentawai, Insya Allah dalam waktu dekat ini, Mentawai terbebas dari daerah tertinggal.

“Kita bangga perantau asal Pessel yang ada di Jambi sangat beruntung karena Jambi merupakan kota yang telah berhasil membangun daerahnya. Untuk itu kita juga berharap para perantauan Pessel ini juga mampu membangun Sumbar. Jangan sampai kampung kita terlupakan, bagaimana pun Pessel adalah tanah kelahiran dan kampung halaman kita. Apalagi Pesisir Selatan banyak yang bisa kita kembangkan seperti bidang pariwisata,” ucap Nasrul Abit.

Jika selama ini perekonomian Sumatera Barat ditopang oleh sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan ke depan sektor pariwisata dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Nasrul Abit ingin desinasi yang ada di Sumbar bisa maju sebagai desinasi wisata internasional

“Kita sudah punya modal sumber daya alam yang hebat dan indah serta unik. Ini akan menjadi daya tarik, para wisatawan yang akan berkunjung ke Sumbar. Apalagi Sumbar sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata halal di dunia,” sebutnya.

Akan tetapi untuk bisa menjadikan pariwisata sebagai sumber ekonomi baru dibutuhkan sejumlah upaya agar angka kunjungan wisatawan terus meningkatkan dan mengoptimalkan daya tarik objek wisata.

” Wisata Halal Salah satu potensi yang bisa dikembangkan di Sumbar adalah wisata halal karena provinsi ini dikenal memiliki falsafah adat yang mendukung yaitu Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah yang berarti adat berdasarkan syarak dan syarak mengacu kepada Al Quran”, ujar Nasrul Abit.

Wagub juga katakan perlu sinergitas dari berbagai pihak yang terkait kepariwisataan untuk turut serta menjadi pihak yang terlibat untuk perbaikan, promosi dan sebagainya. Perlu ekosistem kepariwisataan berbasis kultural Sumatera Barat.

Salah satu upaya yang dilakukan menurut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit adalah mematangkan rencana pengembangan pariwisata agar jelas seperti apa target yang hendak dicapai dengan mempersilahkan para perantau untuk membangun daerahnya masing-masing.

Selanjutnya Nasrul Abit juga mengucapkan terima kasih bahwa kemajuan pelaksanaan pembangunan saat di provinsi Sumbar juga tidak lepas dari dukungan para perantau, stakeholder, tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kanduang, pemuda dan komponen daerah lainnya.

“Sudah empaat tahun kami IP-NA menjalankan pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, selama empat tahun ini, kami terus solid bersama OPD dan akan tetap mesra sampai akhir jabatan nantinya. Saya sadar diri sebagai wakil, kami punya tufoksi masing-masing, kalau wakil tentu mewakili kepala daerah,” jelasnya.

Kemudian Nasul Abit juga mengatakan bahwa masalah yang paling besar saat ini adalah masalah sosial masyarakat. Seperti terjadinya penyerangan warga Sumbar yang tinggal di Wamena Papua.

Langkah respon Pemprov Sumbar Wagub Sumbar Nasrul Abit, mengungkapkan nasib ratusan perantau asal Sumbar di Papua pascatragedi Wamena, telah kita bantu bersama-sama dan fasilitasi ada juga yang kembali atau membuka usaha dikampung halamannya kembali.

Wagub Sumbar itu juga meminta semua pihak agar jangan memecah belah, adu domba dalam memasuki tahun politik.

“Mari kita hadapi tahun politik dengan persaudaraan, persahabatnan, dan memperlihatkan sikap kecintaan daerah. Beda pilihan boleh, tapi jangan ada ujar kebencian. Saya bersama IP-NA akan selesaikan tugas kepemimpinan dengan baik hingga awal tahun 2021. Kalau bekerjanya tidak benar, jangan dipilih, akan tetapi jika pekerjaannya baik pilihlah !. seru ajaknya.

Kehadiran Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Datuak Malintang Panai yang juga merupakan asli dari Pesisir Selatan tersebut memang sangat ditunggu-tunggu warga Jambi asal Pesisir Selatan yang juga diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai pembangunan di daerah Sumbar terkhusus Kabupaten Pesisir Selatan.