Diserang soal Mangrove, Nasrul Abit Sebut Tak Terbukti secara Hukum

admin

PESISIR SELATAN — Usai debat Pilkada Sumbar tahap kedua, Nasrul Abit langsung menuju Lubuk Nyiur, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Rabu (3/12). Saat berdialog dengan warga Batang Kapas, ia menjelaskan tentang isu-isu yang dibahas dalam debat, salah satunya tentang persoalan mangrove di kawasan Mandeh dan pembangunan rumah sakit di Painan.

“Dalam debat tadi saya diserang soal mangrove. Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menebang mangrove. Soal rumah sakit, waktu saya dulu menjadi bupati, belum ada pembayaran. Pembangunan rumah sakit itu sudah melalui kajian dan disetujui DPRD Pessel dan tokoh masyarakat,” tuturnya.

Ia menilai, lawan mulai mencari celah untuk menyerang dirinya. Padahal, tidak ada bukti bahwa ia melakukan perusakan mangrove. Tidak ada juga bukti bahwa ia merugikan negara dari pembangunan rumah sakit di Painan.

“Banyak juga yang masih goreng-goreng isu dan fitnah yang tidak benar. Saya tegaskan lagi saat saya bupati belum ada pembayaran untuk rumah sakit. Jadi, di mananya saya merugikan negara?” tanyanya.

Wakil Gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu mengatakan bahwa kalau tidak bersih, ia tidak mungkin dipercaya Prabowo Subianto bersama Indra Catri sebagai calon yang diusung Gerindra pada Pilgub Sumbar.

“Lawan mulai mencari celah. Saya tidak terbukti bersalah secara hukum. Karena itu, saya berharap masyarakat Pessel semakin kompak. Jangan berubah pilihan. Jangan mau disogok,” ucapnya.

Tokoh masyarakat Batang Kapas, Syafran Tamsa, mengatakan bahwa Nasrul Abit dikeroyok oleh tiga calon dari Agam dalam debat tersebut.

“Kita bulatkan suara Pessel untuk beliau. Kami yakin beliau menang atas dukungan masyarakat Pesisir Selatan dan kabupaten/kota lainnya,” katanya.(*)