Padang – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyebutkan, sampai saat ini data sementara yang dihimpun, terdapat sebanyak 1.479 warga Sumatera Barat yang selama ini berada di Wamena.

Beberapa diantaranya kata Nasrul Abit, memiliki keinginan untuk pulang ke kampung halaman, mengingat kondisi di wamena belum kondisif, ditambah lagi harta benda yang habis terbakar saat insiden kerusuhan pada 23 September 2019.

Menurut Nasrul Abit, untuk memulangkan para perantau itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan Dua skenario pemulangan.

Skenario pertama melalui jalur udara, apabila jumlah perantau yang ingin pulang kurang dari 200 orang. Dan skenario kedua melalui jalur laut bila jumlahnya diatas 200 orang.

“Ada dua skenario yang kita siapkan. Pertama jalur udara dan kedua jalur laut,”kata Nasrul Abit, Senin 30 September 2019.

Pemprov Sumbar kata Nasrul Abit, akan menyiapkan armada angkut kapal laut agar setiap perantau yang ingin pulang dapat terangkut lebih banyak. Meski demikian, menurut Nasrul pihaknya belum mengetahui apakah ada kapal Pelni yang bisa langsung berangkat dari Papua menuju Padang.

“Andai hanya sampai Jakarta, nanti Pemprov akan memyediakan bus untuk melanjutkan perjalanan ke Sumbar. Kita pastikan dulu datanya. Kalau lebih dari 200 orang, kapal akan kita siapkan,” tutup Nasrul Abit.