+62 811-6948-844 ~ ADC nasrulabit.com@gmail.com

Evaluasi TdS, Wagub Sumbar Minta Bupati Walikota Tidak Pertanyaan Keuntungan

Share

PADANG – Perhelatan tahunan balap sepeda jalan raya bertaraf internasional, Tour de Singkarak ke-11 selesai digelar selama sembilan hari sejak 2 hingga 10 November 2019.

Rute Melewati 14 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat dan dua Kabupaten dan Kota Provinsi Jambi, TdS tahun ini diikuti pembalap dari 24 negara. Panjang lintasan yang harus ditaklukkan seluruh pebalap yakni sepanjang 1.374 kilometer yang dibagi dalam sembilan stage atau etape.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, Tour de Singkarak merupakan ikon dan harga diri Sumbar dalam rangka mempromosikan pariwisata dan kuliner khas Ranah Minang. Untuk itu Bupati maupun Walikota diharapkan, jangan lagi mempertanyakan tentang manfaat iven sport tourism terbesar di Indonesia itu.

“Jangan lagi mempertanyakan keuntungannya seperti orang dagang. Tetapi TdS mampu memberikan keuntungan multiplier effect (efek berganda),” ujar Wakil Gubernur usai evaluasi TdS 2019, di Padang, Selasa 3 Desember 2019.

Menurut Nasrul Abit, Kepala Daerah Kabupaten dan Kota, haruslah pandai mencari lokasi yang strategis dan luas untuk dijadikan sebagai titik star dan finish, agar mudah dikunjungi pengunjung, sehingga barang dagangan masyarakat atau UMKM laku.

Dia menyebutkan, untuk Tour de Singkarak 2020, proses tender harus dikerjakan sedari awal, walaupun perhelatannya akan berlangsung pada November. Selain itu, juga harus mencari sponsor dari pihak ketiga sehingga tidak terlalu membebani APBD Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

“Silahkan cari sponsor untuk tahun depannya. Tetapi harus dijelas-jelaskan, mana saja yang menggunakan anggaran sponsor, mana yang memakai APBD,” ucapnya.

Sementara untuk loncatan etape yang menjadi keluhan bagi pebalap, menurut Nasrul Abit, hal itu akan menjadi catatan dan diperbaiki lagi pada tahun mendatang. Mencari rute yang lebih efektif sehingga tidak melelahkan.

“Ini akan menjadi catatan evaluasi bagi kami semua, untuk TdS tahun mendatang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci, Ardinal, mengatakan, Kabupaten Kerinci telah berjuang selama tiga tahun untuk bisa bergabung menjadi bagian dari Tour de Singkarak. Namun tidak membuahkan hasil, hingga Pemda berjuang dan menemui anggota DPR.

“Akhirnya tahun ini kami bisa bergabung dan menjadi bagian. Kami sangat senang, begitu juga dengan masyarakat Kabupaten Kerinci,” tutup Ardinal.