Padang – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyebutkan, satu orang pasien positif Coronavirus Disease atau COVID-19 yang berjenis kelamin perempuan asal Kabupaten Tanah Datar dinyatakan sembuh, setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi. Dengan demikian, ini merupakan kasus pertama pasien COVID-19 sembuh untuk Provinsi Sumatera Barat.

“Ya, update terbaru ada satu orang pasien sembuh di RSAM Bukittinggi. Pasien dari Tanah Datar. Sudah ada sembuh. Tentu harapan kita, kondisi ini semakin membaik lagi. Pasien-pasien lain yang masih dirawat, kita doakan juga sembuh,”kata Nasrul Abit, Senin 6 April 2020.

Dijelaskan Nasrul Abit, berdasarkan update terakhir data pantauan COVID-19 Sumatera Barat, sebanyak 18 orang dinyatakan positif COVID-19 dengan rincian Sembilan orang diantaranya masih dirawat di rumah sakit, Tujuh orang isolasi mandiri dirumah dan satu orang dinyatakan sembuh. Kemudian, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hingga hari ini terdata sebanyak 85 orang. 16 orang diantaranya dirawat dan menunggu hasil uji laboratorium, 8 orang isolasi mandiri dirumah dan 61 orang Negatif Covid-19. Sedangkan untuk Orang dalam Pemantauan (ODP) sudah mencapai angka 3.648 orang.

Nasrul Abit menegaskan, untuk mencegah agar sebaran wabah COVID-19 inti tidak menyebar luas, sangat dibutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. Pantau dan awasi ketat sanak saudara yang baru saja datang dari perantauan. Tracking riwayat perjalanannya dan minta kesediaan untuk memeriksakan kesehatan diri. Ini tak lain, demi kesehatan kita bersama.

“Kita menduga, masih ada yang pulang dari rantau tidak terus terang. Sekarang ini, kita di kampung sehat. Nanti kalau ada yang datang dalam kondisi sakit dan tidak terus terang, maka kita di kampung juga bisa ikut sakit. Mari sama-sama kita jaga. Kepada sanak saudara di perantauan, sekali lagi mohon maaf. Kita disini tidak memusuhi. Cuma, kalau bisa jangan pulang kampung dulu. Andai harus pulang, tentu harus wajib lapor. Jalani isolasi mandiri selama 14 hari,”ujar Nasrul Abit.

Tidak hanya itu, Nasrul Abit juga meminta kepada seluruh petugas yang bekerja dipintu masuk atau kawasan perbatasan dengan provinsi tetangga, untuk dapat benar-benar selektif. Seluruh penumpang atau pendatang yang masuk ke Sumatera dari Sembilan pintu masuk itu, di cek kesehatannya, suhu tubuhnya. Dan juga, didata identitasnya. Ini, agar kedepan memudahkan kita untuk mentracking riwayat perjalanan mereka lebih jauh lagi.

“Sekali lagi, mari sama-sama kita jaga. Jangan abai dengan COVID-19 ini,”tutup Nasrul Abit.