Padang – Kader Partai Gerakan Indonesia Raya sekaligus Sekretaris Pemenangan Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit dan Indra Catri Hidayat menegaskan, gelar perkara kasus ujaran kebencian terhadap anggota Komisi III DPRI RI dari Fraksi Demokrat Mulyadi ditingkat Mabes Polri yang kemudian berujung kepada penetapan Indra Catri sebagai salah satu tersangka, menimbulkan kecurigaan dan spekulasi yang beragam.

“Ya, ini yang mencurigakan antara lain. Kok hal seperti ini, dugaan ujaran kebencian harus gelar perkaranya di Bareskrim Mabes Polri. Kecuali, ada dugaan kerugian Negara ratusan miliar misalnya. Melibatkan, banyak orang. Mungkin gelar perkaranya, ditungkat Mabes. Ini kan, saya pikir tidak perlu. Ini, jadi menimbulkan pertanyaan lanjutan. Persoalan ecek-ecek, kecil seperti ini yang seyogyanya bisa dimusyawarahkan, bisa disamaikan misalnya seperti itu kan. Ini malah tidak terjadi. Ditingkat Mabes pula gelar perkaranya,”ujar Hidayat, Kamis 13 Agustus 2020.

Nenurut Hidayat, penetapan tersangka terhadap Indra Catri oleh pihak Kepolisian, cukup mengagetkan seluruh kader partai Gerindra. Meski mengundang banyak spekulasi bahkan banyak yang menilai proses penetapan tersangka jelang pendaftaran di KPU bermuatan politis, namun kader Gerindra tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kami, menyerahkan sepenuhnya kepada pemimpin baik ditingkat DPD maupun DPP untuk mengambil langkah-langkah strategis dan taktis dalam menyelesaikan persoalan ini.

Sebagai seorang kader dan keberulan duduk di pengurusan partai, saya Saya mengimbau kepada seluruh kader dan simpatisan untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Tidak berkomentar yang macam-macam yang kemudian bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan baru.

“Pada awalnya, di internal kami proses seleksi, proses penentuan bakal calon dalam hal ini mekanisme tahapan, termasuk juga persoalan yang terkait dengan hukumnya, sudah melalui kajian. Nah, ini memang agak sedikit menjadi pertanyaan dan respon beragam dari kader. Ini kenapa kejadian seperti itu. Kita menyayangkan Polda merilis penetapan tersangka itu, dalam kondisi percaturan Pilkada Sumbar. Meski demikian, kita tetap hormati proses hukum. Sekali lagi, kami minta seluruh kader dan simpatisan hingga pendukung untuk menahan diri. Pak Prabowo Subiantonmengajarkan kita untuk tidak perlu grasa-grusu, tidak perlu terlalu respon terkait persoalan-persoalan yang tidak produktif,”kata Hidayat.

Hidayat menegaskan, meski saat ini Indra Catri ditetapkan sebagai tersangka, namun sebagai pengusung Nasrul Abit-Indra Catri, seluruh kader tetap bangga. Karena persoalan yang menjerat IC, bukanlah persoalan terkait dengan tindak pidana korupsi atau persoalan Abmoral.

Selanjutnya Hidayat juga mengatakan, Partai Gerindra memiliki pemikirin, pilkada adalah ajangnya tarung ide dan gagasan. Tarung bagaimana menyikapi problem atau dinamika yang ada di sumbar. Termasuk juga apa solusi yang ditawarkannya.

“Dan itu, bisa kami implementasikan. Kalau hanya memilih kepala daerah berdasarkan kesantunan, dia membawa bantuan, senyum sana senyum sini, saya pikir itu tidak akan menjawab pertanyaan yang sedang di hadapi masyarakat, terutama dalam keadaan saat ini, pandemi Covid-19,”tutup Hidayat.(*)