PADANG PANJANG – Dunia pendidikan yang tak kalah penting dipelajari siswa adalah bisa menguasai bahasa asing yang sering digunakan di beberapa negara, yaitu bahasa Inggris, China, Arab dan Jepang. Di dunia bisnis, menguasai satu atau lebih bahasa asing merupakan salah satu keterampilan yang paling banyak dicari.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit setelah pembukaan Scouting Skill Camp di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Padang Panjang, Senin (3/2/2020).

Wagub Sumbar sangat takjub mendengarkan bagaimana salah satu santri kelas XI SMA Pondok Pesantren Nurul Ikhlas bernama Aji Maldini menggunakan empat bahasa asing sekaligus memperkenalkan diri kepada Nasrul Abit tanpa ada keraguan sedikitpun.

“Saya kaget dan kagum siswa Nurul Ikhlas pasif berbahasa asing. Setiap saya tanya selalu dijawab dengan menggunakan empat bahasa asing,” ujar Nasrul Abit.

Selain itu, juga ada santri kelas XI SMA Pondok Pesantren Nurul Ikhlas bernama David unjuk kebolehannya menggunakan bahasa Jepang dan Inggris.

“Ini adalah Aji Maldini dan David, santri kelas XI SMA Pondok Pesantren Nurul Ikhlas. Mereka menguasai empat bahasa (Arab, China, Jepang dan Inggris). Aji bercita-cita masuk AKMIL dan David bercita-cita ingin kuliah di luar negeri. Semoga banyak putra putri Sumbar seperti Aji dan David. Semoga mereka sukses meraih cita-citanya, Aamiin YRA,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumbar, kata Nasrul Abit, sangat memberi apresiasi pada guru-guru dan mendukung kegiatan pendidikan ini untuk melahirkan generasi unggul di Sumatera Barat.

“Semoga jebolan Ponpes Nurul Ikhlas bisa menghasilkan siswa-siswa yang berprestasi dan berpengetahuan yang luas kemajuan teknologi informasi dan keilmuan teknis lainnya agar memiliki daya saing menjawab tantangan revolusi industri four point zero (4.0) di era globalisasi pasar bebas dunia hari ini dan masa datang,” ungkap Nasrul Abit.

Ia mengatakan, dari pemerintah provinsi sendiri ada upaya untuk mengembangkan generasi Sumbar yang unggul untuk dapat menjawab tantangan era globalisasi dan revolusi industri 4.0, dengan memiliki inovasi pembangunan Sumbar lebih unggul dibandingkan dengan daerah lain.

Berkembangnya teknologi semakin mendukung perkembangan dunia. Untuk menunjang hal tersebut, kemampuan dalam berbahasa asing menjadi pengaruh yang cukup penting agar orang-orang yang terlibat dalam dunia kerja saat ini mampu bersaing secara global.

“Kuasai bahasa asing, kita bisa menguasai dunia,” ungkapnya (3/2).

Saat ini semua sekolah sudah memasukkan bahasa Inggris dalam kurikulum dan menjadikannya bahasa asing yang wajib dikuasai. Karena bahasa Inggris secara internasional sebagai bahasa pengantar bagi pelaku bisnis.

Namun ternyata menguasai bahasa Inggris saja tidak cukup, karena banyak negara lain yang juga kuat secara ekonomi.

“Maka dari itu, saya cukup bangga dengan Ponpes Nurul Ikhlas ini, hampir semua murid disini bisa berbahasa asing,” kata Nasrul Abit.

Selanjutnya Wagub berharap sekolah di Sumbar wajib memperlengkapi diri dengan bahasa-bahasa asing lainnya. Dengan menguasai bahasa asing jalan untuk lebih mudah mencari kerja dan masuk Perguruan Tinggi.(*)