Ulakan – Lomba layang-layang sebuah tradisi budaya masyarakat Ulakan yang layangannya mencapai 4 meter. Tradisi ini menandakan kemeriahan anak nagari dalam menjalin silaturrahmi dan kebersamaan membangun nagari. Biasanya, layangan itu ukurannya kecil-kecil tapi disini besar-besar dan luar biasanya antar kelompok saling berlomba.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam Acara Lomba layang-layang di Nagari Sungai Gimba Ulakan, Padang Pariaman, Minggu (23/2/2020).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kadispora Sumbar, Kadis Dukcapil Sumbar, OPD lainnya, Wali Nagari Sungai Gimba dan Wali Nagari tetangga serta Panitia lomba layang-layang.

Wagub Sumbar menyebutkan perlombaan layangan anak nagari ini diapresiasi dalam keragaman budaya tradisi anak nagari.

“Awalnya saya tidak percaya ada layangan sebesar ini, tapi ini memberi gambaran pada kita, masyarakat kita memiliki bermacam mainan rakyat yang cukup gembira. Tentu ini jika dilestarikan akan dalam bentuk event pariwisata akan menjadi daya tarik tersendiri dalam memajukan nagari”, ujar Nasrul Abit.

Pemerintah Sumatera Barat, kata Nasrul Abit, amat peduli dengan keaneka ragaman budaya daerah, dan pemerintah tidak akan membeda-bedakan satu dengan yang lainnya, semua akan jadi perhatian agar masyarakat dapat hidup sejahtera.

“Peristiwa kerusuhan Wamena sebuah catatan kita, bagaimana pemprov Sumbar saat ini peduli akan masyarakat yang sedang berduka dan terancam. Berkat dukungan semua pihak, para perantau kita telah pulangkan 450 orang ke kampung halamannya dari lokasi kerusuhan Wamena. Dari 10 orang korban, 9 orang kita kebumikan di kampung halamanya”, ungkap Nasrul Abit.

Nasrul Abit sampaikan, kita di pemerintahan bekerja dan melayani rakyat bagaimana dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

“Saat ini kami masih terus berjuang bagaimana pelayan rumah sakit untuk masyarakat kelas III dibebaskan dari biaya perawatan. Masih banyak kendala saat ini, akan tetapi berbagai solusi dan pemikiran disampaikan walau belum ada jawaban pasti dari pemerintah pusat. Kedepannya juga demikian, kita akan perhatikan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin disetiap daerah, nagari dan jorong di Sumatera Barat”, janjinya.

Nasrul Abit juga katakan, dihadapan kita ada kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Dimana data kependudukan nantinya akan mendata setiap masyarakat tingkat kesejahteraan.

“Kita mulai pembangunan itu dari kawasan-kawasan yang tertinggal, terisolir, masyarakat kemiskinan. Tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi ukuran dalam keberhasilan pembangunan Sumatera Barat yang lebih baik. Kehidupan masyarakat sejahtera, Sumatera Barat akan unggul dalam persaingan global”, serunya menyakinkan.