TANAH DATAR — Tokoh pendekar Tapak Suci Sumbar dalam waktu dekat akan menyematkan gelar Pendekar Kehormatan untuk Nasrul Abit. Pihaknya menganggap Nasrul Abit banyak berbuat untuk kemajuan ranah persilatan Tapak Suci.

Dikatakan Ustad Jel Fathulla, Ketua Pimpinan Wilayah 14 Tapak Suci Sumbar, bahwa Nasrul Abit memberikan banyak perhatian kepada Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Sebelumnya, pihaknya menganugerahkan gelar Pendekar Kehormatan ini kepada Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan.

“Pak Nasrul Abit banyak memberikan perhatian kepada Tapak Suci. Maka, akan kita berikan kepada beliau Pendekar Kehormatan tapak dan kita rencanakan pimpinan nasional melantik beliau,” ucap Jel Fathullah saat Nasrul Abit menghadiri undangan penutupan orientasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Tanah Datar, Minggu (29/11).

Senior Ustad Abdul Somad itu menginformasikan bahwa ada sebanyak 15.000 kader aktif di Tapak Suci. Organisasi itu terus berkembang secara nasional dan internasional.

Lebih lanjut Jel mengungkapkan, pemimpin Tapak Suci Sumbar akan menjadikan Tapak Suci sebagai perguruan resmi di pesantren-pesantren di Sumbar. Ia kemudian menjelaskan keunggulan Tapak Suci yang bertujuan akidah dan berbasis Muhammadiyah.

“Tapak Suci melahirkan anak muda bermental agama, fisik kuat, dan beriman. Maka, lahirlah puluhan ribu anak muda beriman, sehat fisik, dan cerdas spritual. Itu juga yang dilakukan Nabi Muhammad dulunya,” tuturnya.

Nasrul Abit berterima kasih kepada pemimpinan Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sumbar.

“Suatu kehormatan bagi saya diberikan gelar Pendekar Kehormatan,” katanya.

Tapak Suci Putera Muhammadiyah, menurutnya, melakukan kegiatan positif dalam membentuk mental dan fisik anak muda Sumbar. Ia mengatakan bahwa kegiatan itu harus terus dilanjutkannya dan harus disokong pemerintah.

“Ini kegiatan positif dan bisa mengharumkan nama Sumbar, apalagi bisa menegakkan agama, menciptakan generasi muda unggul,” ucapnya.

Pertemuan itu juga dihadiri Ketua DPW Masyumi Sumbar, Budiman Datuk Bandaro Rajo, dan pimpinan dan pengurus pondok Pesantren Thawalib Tanjung Limau, Tanah Datar.(*)