Padang – Sebagai gudangnya cendekiawan dan kampus, Sumatera Barat ternyata tidak menganggap masalah besar perihal kelangkaan hand sanitizer dan cairan disinfektan. Negeri yang memiliki banyak laboratorium, baik SLTA, Kampus dan swasta langsung melakukan produksi.

“Saya check di beberapa laboratorium, hasil produksinya bagus – bagus. Bahkan pakai varian produk,” kata Nasrul Abit, wakil Gubernur Sumbar di laboratorium LLDIKTI Wilayah X.

Hadir mendampingi, kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof. Heri, sekretaris, Yandri dan pimpinan serta seluruh analis labor. Di hadapan mereka dan media Wagub merasa bangga masyarakat Sumbar, termasuk akademisi secara bersama bergerak sesuai potensi masing-masing menghadapi virus corona.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sedang berupaya mendorong pihak terkait untuk memproduksi hand sanitizer dalam jumlah atau skala yang besar, agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hasil produksi yang baik didukung laboratorium dan tenaga analis yang mumpuni serta bahan baku yang mudah diperoleh, maka tadi saya dorong untuk memproduksi dalam jumlah yang banyak.

“Kita akan dukung kebutuhan bahan, agar bisa diproduksi dalam jumlah banyak,”ujar Nasrul Abit.

Analisis laboratorium Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X, Irna Humaira menyebutkan, keistimewaan hand sanitizer yang dihasilkan oleh tim adalah, adanya penambahan ekstrak minyak atsiri jeruk. Ekstrak minyak atsiri jeruk itu sebagai aroma wewangian dan sekaligus meminimalisir bau alkohol yang cukup menyengat.

“Saat ini kita baru produksi untuk ruang lingkup LL Dikti wilayah X saja. Tapi, jika ada permintaan untuk produksi dalam jumlah banyak, kami siap. Kita sudah diminta untuk mematenkan hasil ini. Tapi, kami tidak mau. Malah kami bagi saja formula ini kepada siapa yang membutuhkan. Semakin banyak yang memproduksi, semakin baik,” tutup Irna Humaira.

Lebih lanjut, mantan Bupati Pesisir Selatan itu juga memastikan jika produksi dalam jumlah besar akan dilakukan di laboratorium biomedik milik fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand).

sementara, Pemprov Sumbar dan Universitas Andalas khususnya Fakultas Kedokteran, fokus berupaya membangun laboratorium khusus uji sampel coronavirus.

“Surat izinnya sudah ditandatangani gubernur dan kita kirimkan ke laboratorium Kemenkes. Kita didukung Andre Rosiade, anggota DPR – RI di Jakarta yang sudah menghubungi Menkes ,”kata Nasrul Abit. (*)