+62 811-6948-844 ~ ADC nasrulabit.com@gmail.com

Nasrul Abit: Masih Ada Warga Disabelitas yang Belum Dapat Program PKH

Share

Padang – Kita merasa prihatin masih ada masyarakat yang terdampak penanganan wabah covid 19 belum mendapat bantuan sosial terutama kawan-kawan disabel. Katanya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) belum semua anggota disabel yang mendapat bantuan ini.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat kegiatan penyerahan bantuan sembako kepada Ketua PPDI ( Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia ) Kota Padang. An. Icun Suhaldi di komplek Bumi Lareh Permai Kota Padang, Jum’at (15/5/2020).

Bicara soal data, ungkap Nasrul Abit, kadang terlalu banyak masalah akan tetapi soal kawan-kawan disabelitas ini, kita akan minta Dinas Sosial Provinsi melakukan verifikasi data sebelum disampaikan ke pemerintah pusat.

“Data disabelitas, tuna netra, tuna rungu dan lain-lain, ini tentu sudah ada di provinsi agar ini dilakukan verifikasi kembali dengan dinas sosial Kabupaten/Kota. Sehingga semuanya nanti dapat terayomi terbantu dalam berbagai terutama program PKH dan mereka membutuh sekali”, ujarnya.

Sementara, Ketua PPDI Kota Padang Icun Suhaldi mengatakan, sebahagian besar anggota disabel ini keluarga miskin tak mampu. Jumlah mungkin sudah ribuan namun belum terdata secara baik.

“Lihatlah anak-anak disabel yang sedang dalam pendidikan, mereka rata-rata dari keluarga miskin tak mampu dan masih ada yang belum terdata PKH semua. Dan saat ini mereka belum menerima bantuan langsung tunai (BLT) itu “, ujar Icun.

Icun Suhaldi menyebutkan anggota disabel secara langsung banyak karena kami banyak bergerak pada usaha jasa informal, seperti pijat, pertukangan, tenaga seni dan bangunan.

“Semua hampir semua kami terdapat penanganan wabah covid 19 ini, karena usaha jasa informal juga terhimbas karena semua di rumahkan. Saat ini tidak ada kegiatan usaha jasa yang berjalan baik”, terangnya.

Icun juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu keluarga disabelitas di Sumatera Barat, baik secara perorangan maupun kelompok berupa sembako dan lain-lain.(*)