Padang – Beragam daerah memiliki tradisi spesifiknya masing-masing yang menjadikan masyarakat Minangkabau memiliki karakter dalam menata hidupnya menjadi lebih baik. Upaya pelestarian seni tradisi dan budaya Minangkabau di Sumatera Barat didukung penuh oleh pemerintah provinsi.

Hal ini disampaikan Nasrul Abit, Wakil Gubernur Sumatera Barat dalam diskusi pada pembukaan Festival Minangkabau Pauh Bagalangang VII tahun 2019 di Padang. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama kelompok seni Palito Nyalo dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar.

Bagi Nasrul Abit, gelar Datuk Malintang Panai program pewarisan kebudayaan kepada generasi milineal sangat penting. Hal ini didasari fenomena perkembangan zaman yang memberikan ruang kepada generasi muda untuk bebas berekpresi sesuai dengan keinginan mereka.

Jika hal ini tidak di kontrol dengan sistem serta kreativitas yang tepat, maka generasi larut dengan dunia digital namun lemah dengan kehidupan sosial budaya. Kondisi inilah yang perlu disikapi dengan nyata oleh seluruh stockholder di seluruh negeri. Kegiatan festival minangkabau Pauh Bagalangang merupakan salah alterntif menyikapi fenomena tersebut.

Hal senada juga dipaparkan oleh budayawan sekaligus praktisi budaya musra dahrizal katik jo mangkuto. Persoalan kebudayaan di sumatera barat perlu pemikiran dan tindakan yang nyata oleh seluruh kalangan.

Dalam diskusi yang dipandu Vivirie “Mak Kari” Yudi tersebut juga menghadirkan Hidayat anggota dprd sumbar dari fraksi gerindra. Ia menyebutkan solusi untuk mengatasi masalah kebudayaan di sumatera barat adalah dengan mendudukan sistem dan regulasi yang jelas hingga ke tatanan pemerintah terendah dan dunia pendidikan. “Pemerintah provinsi harus memiliki visi dan misi yang sama dalam hal pewarisan kebudayaan,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti mengatakan program pewarisan budaya kepada generasi milineal telah dilaksanakan dinas kebudayaan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten kota se sumbar yaitu proram Duta Budaya.

Wagub Sumbar menyambut baik kegiatan yang dihelat Palito Nyalo dengan Dinas Kebudayaan. Semua pemikiran tentang pelestarian dan pengembangan kebudayaan Minangkabau, akan menjadi masukan yang berharga bagi Pemprov Sumbar.

Festival ini merupakan kegiatan pertunjukan seni kreatif Minangkabau. Terdiri dari seni tari, musik, teater yang dikemas kreatif dengan durasi 20-30 menit. “Selain silahturahmi ini merupakan ajang silaturahim kelompok seni se-Sumatera Barat. Dan event ini juga diharapkan menjadi ajang memetakan perkembangan seni kreatif oleh kelompok seni di Sumatra Barat,” ujar ketua Pelaksana, Dasrul.

Ajang festival ini diikuti oleh 12 kelompok seni di Sumatera Barat yang dilaksanakan pada tanggal 20-23 November 2019. Dengan tempat pelaksanaan ini dilaksanakan di gelanggang Palito Nyalo Kecamatan Pauh, Kota Padang.

“Untuk mendorong produktifitas setiap kelompok yang tampil dibantu biaya produksi dan konsumsi pertunjukan”, katanya.

Wakil Gubernur, Nasrul Abit juga menegaskan Pemerintah provinsi Sumatera Barat memberikan ruang, seluruh elemen dapat menggali, menumbuh, mengembangkan dan melestarikan komunitas budaya di daerah ini.

“Ini upaya nyata bagaimana kita melestarikan seni budaya daerah sebagai tuan rumah dinegeri sendiri dan menjadi karakter kepribadian moral masyarakat minang yang berfilosofikan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,” sebutnya. Ia juga mengharapkan Budaya Minangkabau terus berkembang terwarisi kepada generasi berikutnya untuk kebaikan sebagai salah satu program untuk menuju Sumatera Barat Unggul. (*)