Nasrul Abit: Sumbar Resmi Ajukan PSBB

admin

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, resmi mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kementrian Kesehatan RI sebagai bentuk, antisipasi penyebaran Coronavirus Disiase 2019 (COVID-19). Saat ini, Pemprov Sumbar sedang menyiapkan kelengkapan dokumen terkait PSBB. Harapannya, Sumbar dianggap siap ketika mengajukan dan disetujui Kemenkes RI.

Langkah PSBB tersebut dilakukan untuk meningkatkan usaha pemutusan rantai penyebaran COVID-19 di Sumatera Barat.

“Pertimbangan ini diambil, berdasarkan hasil survei dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas yang menyatakan adanya tren peningkatan angka kasus positif COVOD-19 ini,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Kamis 16 April 2020.

Melihat fakta peningkatan kasus positif COVID-19, kata Nasrul Abit, Pemerintah Sumatera Barat mengambil sejumlah langkah-langkah. Salah satunya, dengan mengusulkan PSBB untuk skala Provinsi.

Sebelumnya, hanya dua Kota yakni Padang dan Bukittinggi saja yang kita usulkan untuk menerapkan kebijakan PSBB.
Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan dan mendengar masukan-masukan dari para ahli dan pakar kita, maka jika hanya satu atau dua wilayah saja yang menerapkan kebijakan PSBB, maka tidak ada manfaatnya.

Hal ini disebabkan kasus sebaran COVID-19 ini sudah menyebar ke seluruh wilayah. Jadi, jika memang terapkan PSBB, maka untuk skala Provinsi. Dan itu, akan lebih efektif.

“Kemarin kita sudah rapat melalui teleconference dengan 19 Kepala Daerah. Seluruhnya, sepakat menerapkan kebijakan PSBB untuk skala Provinsi. Kita berharap, Kemenkes menyetujui usulan kita ini nanti. Sekarang, kita sedang siapkan draf usulan itu. Kita minta juga nanti kepada dinas terkait untuk mensosialisasikan PSBB ini. Teknisnya sedang dipersiapkan. Termasuk juga tahapan larangan, sarana dan prasarana pendukung PSBB,” ujar Nasrul Abit.

Berdasarkan data dari Gugus tugas COVID-19, menurut Nasrul Abit, angka pendatang atau perantau yang masuk ke Sumatera Barat hingga kini sudah mencapai angka 72.564 orang. Bahkan, rata-rata mereka dari daerah merah pandemi COVID-19. Diharapkan dengan PSBB nanti, kita bisa tekan angka kasus COVID-19 ini dan kita segera bisa bebas dari wabah mematikan ini dan Sumbar mampu menyelesaikan kasus COVID-19

“Mudah-mudahan, usulan PSBB kita disetujui Kemenkes. Kita di Sumbar ingin sehat. Saya juga imbau masyarakat patuh instruksi pemerintah,” tutup Nasrul Abit. (*)