Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, meluncurkan aplikasi SIPANTAU. Aplikasi buatan Kominfo Sumbar itu, berfungsi untuk mendata seluruh pelintas (pendatang) yang masuk ke wilayah Sumatera Barat.

Untuk diketahui selama masa pembatasan selektif, petugas akan mewajibkan pendatang mengisi blanko kedatangan. Selanjutnya, petugas perbatasan akan memasukan data tersebut ke dalam aplikasi.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Barat, Ony Fajar Syahdi menjelaskan, data dalam aplikasi SIPANTAU akan bisa diakses oleh orang yang memiliki akun dan password, data yang diinput ada NIK, nama, alamat, juga daerah asal dan riwayat perjalanan serta daerah yang dituju.

“Aplikasi ini, sudah bisa di download di aplikasi store.,” ujar Ony Fajar, Senin (13/4).

Layanan aplikasi itu, bisa diakses seluruh pihak yang berwenang. Mulai dari petugas jaga yang berada di masing-masing posko check poin yang ada di Sembilan titik kawasan perbatasan dan Bandara BIM, tim Gugus tugas Provinsi dan Kabupaten Kota, hingga ke Wali Nagari, Camat, Kepala Kampung, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit usai rapat percepatan penanganan Covid-19 bersama petugas perbatasan dan Kominfo, di Aula Satpol PP, menyebutkan aplikasi SIPANTAU ini bertujuan, untuk mempermudah tim gugus COVID-19 melacak riwayat perjalanan siapa saja yang baru masuk ke Sumatera Barat.

“Bagi mereka yang sudah didata sesuai aturan wajib melakukan isolasi selama 14 hari,”kata Nasrul Abit, Senin (13/4).

Dengan alat ini, harap Nasrul Abit, upaya penanganan terhadap penyebaran COVID-19, dapat lebih berjalan maksimal. Seluruh upaya agar memutus rantai penyebaran virus ini, akan dilakukan. Sehingga, kehidupan bisa pulih seperti semula.

Setelah berkoordinasi dengan beberapa operator selular, akses internet di kawasan perbatasan Dinas Kominfo Sumbar dipastikan akan lancar. Pihak operator telkomsel juga pasang indihome dan berikan kartu perdana yang free pulsa untuk membantu posko.

“Dan yang kawasan tidak ada signal, kita coba atasi dengan bantu mobil satelit yang ada di Diskominfo. Termasuk juga yang ada di BPBD,” tutup Ony Fajar Syahdi.(*)