PASBAR – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai bersama rombongan meninjau lokasi yang terdampak parah akibat banjir bandang tanggal 14 September 2020 yang lalu di Ujung Gading, Kamis (17/09/2020).

Sebelum menuju Ujung Gading, rombongan Kunker Wakil Gubernur singgah di Kec. Sungai Aur, membagikan masker, APD dan peralatan lainnya untuk tenaga kesehatan puskesmas dan sekaligus memberikan arahan dan sosialisasi Perda AKB yang akan diberlakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada Forkopimda, Walinagari, tokoh masyarakat dan masyarakat Sungai Aur.

Terdapat 3 wilayah yang terdampak cukup parah akibat musibah tersebut, yaitu Jorong lombok, Jorong Irian dan Jorong Sulawesi. salah satu persoalan yang ditinggalkan adalah putusnya jembatan gantung penghubung ketiga wilayah tersebut. Sebelumnya dilaporkan bahwa keluarga yang terdampak akibat banjir di 3 wilayah tersebut adalah 100 kk.

Sebelum sampai dilokasi banjir, Wagub sapa, ingatkan dan bagikan masker langsung kepada masyarakat.

“Kami mewakili Bapak Gubernur turut berduka cita, turut sedih dengan apa yang dialami oleh masyarakat Ujung Gading ini. Untuk itu kami datang kesini melihat kondisi lapangan, bagaimana kondisi yang sebenarnya,” ungkap Wagub.

Wagub melanjutkan, “Awalnya kami dapat informasi KK yang terbenam 40, kemarin katanya menjadi 100. Jadi insyaallah nanti ada bantuan sedikit dari kami sebanyak 100 KK,” kata Nasrul Abit.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Wakil Gubernur Sumatera Barat memberikan bantuan tambahan anggaran untuk perbaikan kembali jembatan sebesar Tp. 150 Juta.

“Jembatan ini akan dibangun dengan dana BTT (Dana tak terduga) dari Kabupaten Pasaman Barat. Kami juga membantu dari provinsi sebesar Rp. 150 Juta.
Tujuan bantuan ini bukan untuk dibagikan kepada masyarakat, ini untuk fisik perbaikan jembatan ini,” jelas Wagub.

Selain itu, dari Dinas PSDA Prov. Sumatera Barat juga memberikan bantuan berupa 100 bronjong untuk pengaman pandai jembatan. Pelaksanaan perbaikan jembatan sudah dimulai dan mudah-mudahan segera cepat selesai dan dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.(*)