Perpanjang Masa Pembatasan Selektif Efekti, Nasrul Abit Pesan #JagaDiri #JagaDunsanak

admin

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, memutuskan memperpanjang masa pembatasan selektif yang sebelumnya sudah diberlakukan. Pembatasan selektif tersebut, akan diperpanjang hingga 29 Mei mendatang guna menekan angka lonjakan penyebaran Coronavirus Disiase 2019 atau COVID-19 di Ranah Minang. Apalagi mengingat, di bulan Mei ada perayaan hari besar umat muslim yakni, hari raya Idul Fitri.

“Hari ini, shif kedua. Shif yang pertama sudah berakhir Minggu kemarin. Pembatasan selektif ini kita perpanjang sampai akhir bulan Mei mendatang,”kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Senin 13 April 2020.

Berdasarkan hasil evaluasi kita bersama, kata Nasrul Abit, pembatasan selektif yang sejak awal sudah kita berlakukan, sangat efektif. Petugas gabungan yang terdiri dari aparat keamanan, tenaga kesehatan yang ditugaskan di sembilan titik daerah perbatasan Sumatera Barat dengan Provinsi tetangga. Seluruh masyarakat yang masuk ke Sumatera Barat, kondisi kesehatannya di cek, dan masuk dalam daftar catatan kita.

“Sejak kita berlakukan pembatasan selektif, seluruh masyarakat yang masuk ke Sumatera Barat, didata. Kondisi kesehatannya juga di cek. Ini memudahkan kita men tracing siapa saja yang masuk ke Sumbar, apalagi mereka yang datang dari zona merah pandemi Corona. Saya minta petugas yang ada di perbatasan agar dapat lebih ekstra lagi bekerja,” ujar Nasrul Abit.

Pemrov Sumbar, ungkap Nasrul Abit, sangat mengapresiasi petugas yang sudah semaksimal mungkin bekerja mengawal area perbatasan siang dan malam sebagai garda terdepan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Petugas kita yang di perbatasan ini adalah garda terdepan untuk mendeteksi COVID-19, mencegah virus ini masuk. Kalau Rumah Sakit itu, masuk kategori matra medis. Jadi, sekali lagi saya minta petugas yang bekerja di perbatasan harus lebih ekstra lagi. Kita tentu ingin, Sumatera Barat ini sehat. Mari kita bekerja sama,”tambah Nasrul Abit.

Mengingat angka kasus positif di Sumatera Barat kian hari kian meningkat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kata Nasrul Abit, meminta kepada semua pihak dapat bekerja sama. Terutama sekali masyarakat. Masyarakat harus mengikuti seluruh instruksi yang dikeluarkan. Jika tidak, maka mata rantai penyebaran COVID-19, susah untuk diputus.

Jika ada yang baru datang dari daerah pandemi, atau barangkali memiliki gejala yang mirip dengan gejala COVID-19, Nasrul Abit meminta untuk segera melaporkan hal tersebut ke petugas kesehatan. Jangan ada yang ditutupi atau dilindungi. COVID-19, bukanlah aib. Maka dari itu, harus transparan. Jangan ada yang melindungi meski itu adalah keluarga kita sendiri. Semua, tak lain agar penanganan dapat sesegera mungkin dilakukan.

“Saya minta, tidak lagi ada orang yang tidak patuh dengan aturan yang kita buat. Kita harus kerjasama. Mari kita juga kasihan dengan petugas medis yang ada di rumah sakit dan laboratorium. Mereka, bekerja siang dan malam. Untuk petugas di perbatasan, saya harap dapat kerja lebih ekstra keras agar semua orang yang masuk ke Sumatera Barat, tercatat dan terpantau dengan resmi. Dan mereka (yang didata), harus patuh dengan ketentuan yang kita buat,”tutup Nasrul Abit.

Diketahui, berdasarkan data pantauan COVID-19 Sumatera Barat hingga hari ini, tercatat ada sebanyak 45 kasus positif COVID-19 dengan rincian, 16 pasien masih dirawat di rumah sakit, 19 pasien lainnya isolasi mandiri dirumah, Tujuh pasien sembuh dan Tiga pasien meninggal dunia. Sedangkan untuk angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 153 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 5.347 orang. (*)