Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sedang menyiapkan rancangan peraturan daerah (Perda) ketahanan keluarga. Selain berisi tentang narkoba, kenakalan remaja dan miras, perda itu nantinya juga akan mencantumkan beberapa pasal terkait dengan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Perda ketahanan keluarga yang diyakini mampu mempersempit ruang gerak LGBT di Ranah Minang itu, diperkirakan akan rampung pada tahun ini. Dengan terbitnya perda itu nanti, diharapkan mampu menekan angka LGBT dan pengidap HIV AIDS yang kian hari menurut Pemprov Sumatera Barat, kian meningkat.

“Perda ketahanan keluarga, 2019 ini Insya Allah selesai. Baru kemudian kita sosialisasikan. Kita minta ini menjadi payung hukum bagi kabupaten kota dan nagari. Nagari (desa) juga, silahkan buat perda. Nanti akan dipandu oleh biro hukum kita agar semua produk hukum itu bisa diterapkan pelaksanaan ditengah masyarakat,”kata Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Senin 9 September 2019.

Lebih lanjut Nasrul Abit, berdasarkan hasil diskusi dengan seluruh elemen, LGBT ini harus diberantas, itu keputusannya. Harus ada gerakan massal mulai dari tingkat Nagari sampai ke Provinsi. Untuk itu, semua pimpinan Daerah sampai Nagari harus berperan dalam hal ini, termasuk Tigo Tungku Sajarangan yang terdiri dari Penghulu, Alim Ulama dan Cadiak Pandai.

“Nah, gerakan ini tentu tidak bisa hanya dari pemerintah saja. Tapi adalah keinginan dari seluruh masyarakat. Ini yang akan kita bangun kedepan agar LGBT di Sumatera Barat makin berkurang. Saya juga pada kesempatan ini menghimbau kepada seluruh mereka yang ada dalam komunitas LGBT agar segera memeriksakan kesehatan nya. Mereka yang belum memeriksakan kesehatannya, ayok segera. Saya khawatir jika tidak diperiksa, tiba-tiba kena HIV AIDS maka akan sangat sulit dan susah untuk disembuhkan. Melalui ini juga, saya mengajak kepada semua lapisan untuk bersama-sama menyiapkan generasi muda Sumbar yang tangguh, berbudaya, punya keimanan dan taqwa yang tinggi dan siap bersaing memasuki era globalisasi yang penuh dengan tantangan saat ini,”ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit menegaskan, pemerintah Provinsi dari sektor Kesehatan akan menjamin kerahasiaan mereka (LGBT) apabila memeriksakan kesehatannya. Karena jika tidak diperiksa dan jika terkena HIV AIDS, maka tantangannya adalah maut, tidak ada lagi harapan. Jika demikian, maka buyarlah sudah kita mencetak generasi muda Sumbar yang baik.

“Sebenarna ini yang membuat saya keras soal LGBT. Saya tidak memusuhi mereka. Ayoklah periksa kesehatan, kalau mereka menyesal maka berhentilah. Kita lakukan pembinaan, kita punya konsulat di RSUP M DJAMIL Padang, ada juga dibeberapa puskesmas. Jika data estimasi menunjukkan adanya peningkatan, maka akan menghabiskan generasi muda kedepan. Ayo kita sama-sama kita bersama brantas LGBT ini dengan kesepakatan seluruh gerakan massa dari masyarakat sumbar dan saling mengawasi,”kata Nasrul Abit.

Meski demikian, Nasrul Abit meminta jangan memusuhi LGBT, kita tidak memusuhi LGBT, bahkan saling mengasihi, dan berikan penyadaran terhadap mereka agar mereka paham yang mereka lakukan ini dari segi Agama dia berdosa, dari segi adat, tata krama dan budi pekerti pun juga memang tidak bisa masuk. Bahkan, mereka bisa dikucilkan. Tentu kita tidak mau mencetak generasi muda yang tidak punya masa depan. Saya kira itu saja dari pemerintah.

“Jangan dimusuhi, saling mengasihi dan berikan penyadaran terhadap mereka agar kemudian paham,”tutup Nasrul Abit.