+62 811-6948-844 ~ ADC nasrulabit.com@gmail.com

PSBB Diperpanjang, Wagub Sumbar Nasrul Abit Minta Lebih Ketat Agar Tidak Ada Perpanjangan

Share

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, resmi memperpanjang kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei 2020 mendatang. Masih tingginya angka kasus positif, dan antisipasi fase puncak penyebaran pandemik mematikan itu, menjadi salah satu dasar pertimbangan PSBB diperpanjang.

Perpanjangan PSBB tersebut, diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran pandemik Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sumatera Barat.

“Dalam rapat tadi diputuskan itu. Tidak ada yang menolak. Perpanjangan PSBB tahap II ini, tetap berlaku untuk seluruh Provinsi. Dalam artian, mengikutsertakan 19 Kabupaten dan Kota” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Selasa (5/5).

Perpanjangan PSBB tahap II, kata Nasrul Abit, sesuai dengan masa tanggap darurat secara nasional dan tanggap darurat Provinsi yakni sampai 29 Mei 2020. Selain itu, secara analisa tim kesehatan, jika masa PSBB kedua ini akan menurunkan jumlah korban covid-19.

Namun ketika ditanya wartawan, apakah PSBB nanti bisa diperpanjang lagi? Nasrul Abit menyebutkan hal itu tergantung hasil evaluasi nanti

“Sebelum berakhir 29 Mei nanti, akan kita evaluasi lagi. Kalau memang diperpanjang, akan kita perpanjang. Tapi kita berharap tidak,” sebut Wagub.

Nasrul Abit memastikan, selama berlangsungnya penerapan PSBB tahap II ini perlu ketegasan yang lebih. Wagub yang pernah jadi Bupati dua periode itu minta pengawasan diperketat.

Kapolda Sumatera Barat dalam vidcon tadi juga menyampaikan, akan memperketat setiap mobilitas orang yang masuk. Tidak hanya yang datang dari luar Provinsi saja, namun mobilitas lintas Kabupaten dan Kota juga akan diperketat.

Hal itu disambut baik Nasrul Abit. Ia berharap seluruh otoritas terkait agar mengawasi tidak hanya di ruas jalan utama. Namun juga, akses jalur-jalur “tikus” yang kerap digunakan masyarakat.

“Setiap orang yang masuk, harus di isolasi selama 14 hari. Tidak ada lagi toleransi. Kita berharap, PSBB tahap II ini akan lebih maksimal lagi,” tegas Nasrul Abit

.

Sementera, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumatera Barat kembali mengkonfirmasi adanya lonjakan kasus positif COVID-19. Berdasarkan laporan dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), hari ini terjadi penambahan kasus positif terinfeksi COVID-19 yang cukup signifikan. Ada tambahan 18 kasus. Dengan demikian, total angka kasus pandemik COVID-19 hingga hari ini sebanyak 221 kasus.

Rinciannya, 92 diantaranya masih dirawat, 50 menjalankan isolasi mandiri dirumah, 13 orang isolasi di Bapelkes, 12 isolasi di BPSDM, 38 pasien sembuh dan 16 warga Sumatera Barat meninggal dunia akibat terpapar COVID-19. Sementara angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga hari ini tercatat ada sebanyak 477. 51 diantaranya dirawat, 5 isolasi mandiri dan negatif serta sehat sebanyak 421.

Sedangkan total jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada sebanyak 8.545 dengan 8.228 diantaranya sudah selesai pemantauan, 182 lagi isolasi mandiri dan 135 orang menjalani karantina di Pemda.(*)