+62 811-6948-844 ~ ADC nasrulabit.com@gmail.com

Puncak COVID-19, Bisa Terjadi Saat Idul Fitri, Nasrul Abit Minta Kerjasama Semua

Share

Padang – Berdasarkan kajian tim ahli COVID-19, Sumatera Barat bisa mencapai puncak penyebaran penyakit berbahaya ini saat lebaran nanti.

Tim ahli yang dibentuk Pemprov Sumbar tersebut terdiri dari peneliti dari beberapa Universitas. Dalam kajiannya hal itu bertepatan dengan momen pulang kampung, yang telah menjadi tradisi tahunan perantau asal Sumatera Barat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sangat berharap kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengikuti seluruh instruksi dari pemerintah. Sehingga, angka penyebaran COVID-19 dapat ditekan. Bahkan, diputus mata rantainya. Sehingga prediksi puncak itu, tidak terjadi,” kata Nasrul Abit, Wagub Sumbar usai menerima laporan tim ahli di kantor Gubernur, Jumat 3 April 2020.

Pemprov Sumbar, bersama kepala daerah se Sumatera Barat dan pihak terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Termasuk imbauan tidak pulang kampung bagi perantau.

Tidak hanya itu,
“Pembatasan Selektif” juga telah akan dilakuakan untuk memeriksa dan mendata seluruh orang masuk ke Sumatera Barat. Data tersebut akan diteruskan oleh petugas gabungan perbatasan ke Gugus penanganan COVID-19 untuk selanjutnya diteruskan hingga ke tingkat RT dan RW.

“Ini harus benar diantisipasi. Pendatang dan perantau yang datang di awal, saat dan setelah lebaran,”ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit berhadap, agar semua Kabupaten dan Kota terutama di sembilan pintu masuk jalur darat serta Bandara Internasional Minangkabau (BIM), mendata semua pendatang ini. Melaporkan, mencatat berapa jumlah orang yang datang perhari untuk disampaikan langsung ke Bupati atau gugus tugas Kabupaten atau kota masing-masing, sehingga mereka itu benar-benar tercover.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak berpandangan negatif terhadap mereka yang terpapar COVID-19. Karena, penyakit ini bukanlah aib.

Masyarakat mulai dari tingkat RT dan RW, Kata Nasrul Abit, diminta untuk sama-sama berperan aktif memantau mereka yang baru saja datang dari luar, terutama yang dari daerah-daerah yang sudah terpapar COVID-19.

“Bisa mendeteksi dan mengawal para pendatang tersebut. Isolasi diri, periksa kesehatannya. Baik pak RT, RW, Jorong dan Korong, semua mengawasinya. Dan Masyarakat sekitar, juga ikut mengawasi. Tapi, jangan berpandangan negatif terhadap mereka. Ini bukan Aib. Tapi, kita butuh keterusterangan setiap pasien kita. Mereka harus terus terang bahwa pernah merasa demam, pernah ketemu dengan orang terpapar. Terus terang saja, sehingga penanganan kesehatannya lebih baik,” tutup Nasrul Abit.(*)