+62 811-6948-844 ~ ADC nasrulabit.com@gmail.com

Sikapi Larangan Mudik, Nasrul Abit Minta Perantau Jangan Kecewa

Share

Padang- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit berharap, dunsanak di rantau tidak kecewa apabila tidak bisa pulang kampung (mudik) pada hari Raya Idul Fitri tahun ini. Hal tersebut menyikapi keputusan presiden yang melarang mudik mulai tanggal 24 April nanti.

“Setelah urusan ini selesai, kami di kampung tetap menunggu kedatangan dunsanak,” kata Nasrul Abit ketika ditanya media tentang sikapnya, Rabu 22 April 2020.

Wagub yang juga Datuk tersebut mengharapkan kesepahaman seluruh pihak termasuk perantau untuk memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 di Sumatera Barat.

Ia mengaku memahami keinginan perantau melakukan silaturrahmi seperti biasanya. Sedangkan seluruh masyarakat Sumatera Barat diminta dapat disiplin dan mematuhi seluruh instruksi yang sudah ada selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dimulai hari ini.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menyatakan akan melarang mudik lebaran pada hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah bagi semua warga. Larangan mudik diinformasikan akan melarang seluruh pergerakan orang masuk dan keluar dari daerah yang telah ditetapkan PSBB.

Sementara, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan ada sanksi bagi masyarakat yang tetap mudik nanti. Sanksi tersebut akan berlaku mulai 7 Mei 2020.

“Kita berterima kasih ya, karena memang bapak Presiden, bapak Menteri Perhubungan sudah melarang,” kata Nasrul Abit yang juga mantan Bupai dua periode tersebut.

Menurut Nasrul Abit, yang dikhawatirkan itu akan terjadi eksodus dari kota-kota besar seperti Jakarta dan provinsi lainnya, masuk ke Sumbar. Semua provinsi, terutama di hari libur Idul Fitri biasanya, memiliki tradisi pulang kampung. Dengan ada larangan ini, tentu saja akan mengurangi mobilitas pergerakan orang yang akan pulang kampung.

“Ini adalah untuk kesehatan kita bersama, Sehabis corona ini nanti, silahkan dunsanak pulang kembali ke kampung halamannya. Kami bersedia menerima dunsanak seperti sebagaimana kekeluargaan yang selama ini kita bangun. Silaturrahmi kita, tetap berjalan. Mari kita patuhi peraturan dan instruksi pemerintah. Mudah-mudahan Sumbar bisa keluar dari corona,” tutup Nasrul Abit.(*)