Padang – Seorang dokter gigi difabel atas nama Romi Syopa Ismael akhirnya bisa mewujudkan mimipinya untuk mengabdikan diri sebagai aparatur sipil Negara (ASN).

Pemerintah memutuskan mengembalikan kembali hak dokter Romi sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) meski sebelumnya status kelulusan Romi sebagai CPNS sempat dianulir oleh Pemkab Solok Selatan.

Keputusan itu, disampaikan dalam rapat koordinasi di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang diselenggarakan Senin siang 5 Agustus 2019. Rapat itu dipimpin oleh Jaleswari Pramodhawardani selaku Deputi V Kepala Staf Kepresidenan dan di hadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit serta Bupati Solok selatan, Muzni Zakaria.

“Untuk saat ini dokter Romi telah mendapatkan haknya kembali dengan tersedianya kuota calon ASN dan akan di proses pemberkasan sehingga yang bersangkutan bisa menjadi ASN sesuai dengan sebagaimana mestinya,”kata Nasrul Abit, Senin 5 Agustus 2019.

Berangkat dari kasus dokter Romi, Nasrul Abit berharap kedepan perlu kembali ada kajian mendalam perihal syarat penerimaan ASN, sehingga tidak menimbulkan kasus serupa.

“Kedepan, perlu dikaji ulang syarat penerimaan ASN. Apa yang terjadi pada dokter Romi, menjadi pembelajaran untuk kita bersama dalam memperhatikan kesamaan hak antara penyandang disabilitas dan non disabilitas sehingga kesetaraan hak dapat tepenuhi dengan baik,”ujar Nasrul Abit.

Terlepas dari polemik sebelumnya tentang pembatalan status CPNS Dokter Romi yang mencuri perhatian publik, Nasrul Abit menyampaikan apa yang sudah diraih dan diperjuangkan patut disyukuri. Karena apa yang diperjuangkan itu memiliki tujuan kebaikan.

“Dokter Romi merupakan seorang dokter gigi yang telah memberikan pengabdian dengan baik sebagai honorer selama ini di Kabupaten Solok Selatan, walaupun fisik disabilitas namun semangat perjuangan kerja selama ini sangat bagus, hingga menjadi kebaikan dengan keajaiban yang indah,”tutup Nasrul Abit

.

Sebelumnya, nama Romi Syopa Ismael menghiasi laman pemberitaan seluruh media massa. Puncaknya, setelah dirinya menerima surat pembatalan kelulusan CPNS dari Pemkab Solok Selatan. Tak sehat secara jasmani, lantaran menggunakan kursi roda, menjadi alasan Pemkab Solok Selatan menganulir kelulusan dokter Romi.

Dokter Romi pun melakukan perlawanan. Dibantu oleh Lembaga Hukum (LBH) Padang, dirinya mempersiapkan materi gugatan ke pengadilan. Namun, belum masuk ketahap itu, pemerintah kemudian mengembalikan hak dokter Romi. Artinya, Romi berhak menyandang status Pegawai Negeri Sipil untuk formasi dokter gigi.(*)