SEPTEMBER 2019 silam, merupakan masa-masa mencekam yang dialami saudara kita, warga Minang dan beberapa warga asal daerah lainnya di Wamena, Papua. Betapa tidak, suasana Wamena yang sebelumnya adem ayem dan damai, tiba-tiba berubah menjadi rusuh.

Kerusuhan dan pembunuhan, terutama terhadap etnis pendatang berlangsung hampir setiap hari. Beberapa warga Minang turut menjadi korban kerusuhan. Nyaris semua pengungsi hanya memiliki pakaian yang ia kenakan itu saja karena harta benda termasuk rumah, kios sudah dibakar perusuh. Bahkan sudah ada belasan warga Sumbar meregang nyawa karena diserang oleh pelaku kerusuhan.

Beruntung aparat keamanan cepat bertindak dengan mengevakuasi warga ditempat yang aman. Diperkirakan ada ribuan warga asal Sumbar mengungsi ke tempat-tempat aman seperti kantor polisi dan markas tentara. Namun demikian, ketakutan dan kecemasan tetap menghantui warga, termasuk warga Minang.

Nah, di tengah dihantui rasa kecemasan dan ketakutan yang luar biasa itu, tiba-tiba terobati. Wakil Gubernur Sumbar Bapak Nasrul Abit dan rombongan datang ke siang ini, untuk menyaksikan langsung kondisi warga keturunan Minangkabau yang mengungsi pascakerusuhan berdarah tersebut.

Bagaikan seorang ayah, Bapak Nasrul Abit tampak tak kuasa menahan air matanya karena sedih melihat situasi kami, saudara-saudaranya di sini. “Ambo sangajo datang ke siko, dari Padang, menemui dusanak-dusanak yang ado di siko,” kata beliau sambil menghapus buliran air mata yang tak kuasa ditahannya dari semula.

Bapak tampak berusaha menenangkan diri beberapa saat supaya tidak larut dengan kesedihan. Tapi kami merasakan betapa Bapak juga merasakan bagaimana kegelisahan perantau Sumbar selama kejadian pembantaian di Wamena beberapa hari lalu.

Kami tahu betul, tidak gampang bagi Bapak untuk sampai ke Wamena ini. Bapak harus melewati perjalanan panjang nan melelahkan. Belum lagi, membayangkan Bapak datang ke tengah negeri yang mencekam pascakerusuhan, dimana kami anak-kemanakan, adik-kakak dan dunasanak sedang mengungsi. Sepengetahuan kami, Bapak lah kepala daerah pertama yang berkunjung ke sini pasca peristiwa berdarah tersebut. Salut.

Kehadiran Pak Nasrul Abit dan rombongan bagi kami Warga Minang bagaikan kucuran air di padang pasir nan tandus. Bapak datang tidak membawakan bantuan, tapi sekaligus mencarikan solusi dan mengakomodir warga yang ingin meninggalkan Wamena demi keamanan.

Bahkan, selain berkunjung ke Wamena, Pak Nasrul Abit juga menyempatkan waktu mengunjungi warga Minang atau IKM Mimika, saat beliau akan melanjutkan perjalanan ke Jayapura. Tak hanya itu, sebelum berangkat ke Wamena, Pak Nasrul Abit melakukan pertemuan dengan para tokoh Minang yang ada di Jayapura Kota dan Jayapura Kabupaten.

Dengan kedatangan Bapak dan bersilaturrahmi dengan warga, rasanya hati ini sangat senang karena bertemu dengan orang nomor dua di Sumatera Barat. Pertemuan tatap muka itu sangat berarti sekali, sehingga kami sebagai warga IKM Papua ada tempat mengadu jika ada suatu masalah.

Harapan kami dari rantau tetap Bapak Nasrul Abit tetap terpilih sbg Gub sumbar…

Terus terang, kami bangga dengan pemimpin seperti Bapak. Kami berharap dan mendoakan semoga Bapak Nasrul Abit diberikan kemudahan oleh Allah SWT supaya beliau menjadi orang nomor satu di Sumbar, tanah Minang yang kito cinto. Aamin, aamin, Ya Rabbal’alamim

Salam takzim dari kami
Zulhendri, Ketua DPW Ikatan Keluarga Minang (IKM) Papua.