PESSEL — “Urang siak” Kecamatan Linggo Sari Baganti, Buya Sihar, mengingatkan masyarakat Pesisir Selatan (Pessel) untuk teguh memenangkan Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) di Pilgub Sumbar. Ia mengimbau masyarakat kabupaten itu jangan mau disogok memilih calon selain Nasrul Abit.

“Jangan mau dipecah oleh calon lain. Kabarnya minggu depan akan ada calon yang ‘manyerakan umpan’ untuk memecah suara di Pessel. Jangan sampai kita tergiur,” ujarnya dalam safari politik Nasrul Abit di Ampalu, Sei Limau, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, Pessel, Sabtu (28/11).

Dikatakan Buya Sihar, sesuai dengan tuntutan Islam, amanah harus diserahkan kepada ahlinya. Menurutnya, keahlian Nasrul Abit sudah terbukti, mulai dari wakil bupati, menjadi bupati, lalu menjabat wakil gubernur.

“Selangkah lagi putra terbaik Pessel akan menjadi Gubernur Sumbar. Mari kita menangkan putra kebanggaan kita,” ucapnya.

Pada kesempatan itu buya juga membuat kepanjangan nama belakang Nasrul Abit, yaitu agamais, bijaksana, ilmuwan, teliti.

“Beliaulah yang lebih pantas memimpin Sumbar ke depan. Karena itu, jangan tergoda dengan umpan dari calon lain,” katanya.

Sementara, tokoh masyarakat Air Haji Tenggara, Datuak Sutan Mangkuto, mengibaratkan politik uang sebagai putas yang meracuni dan memabukkan ikan.

“Akan ada tiga tukang putas yang akan memutas masyarakat Pessel. Jangan sampai mabuk kena putas. Jangan tergiur bisa menyesal lima tahun,” ujarnya.

Untuk memecah basis Nasrul Abit, kata Sutan Mangkuto, lawan politik menebar berbagai isu. Bahkan, ada isu yang menyebutkan bahwa Nasrul Abit tidak berbuat untuk Pessel selama menjadi bupati.

“Ada yang memfitnah Nasrul Abit tidak bekerja waktu memimpin Pessel dulu. Padahal, jalan yang diaspal masih jalan dulu, bendungan masih bendungan dulu khusus di Ranah Pesisir. Jadi, siapa yang tidak berbuat, masyarakat sudah tahu,” tuturnya.

Calon gubernur nomor urut 2, Nasrul Abit berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas tentang dirinya. Ia mengatakan bahwa serangan terhadap dirinya makin gencar menjelang hari pemilihan.

“Ada sekelompok orang yang kerjanya lima tahun ini menjelekkan saya, tak habis-habis menyerang saya. Tapi, tidak ada yang terbukti. Isu ijazah palsu, keturunan PKI, semuanya mentah. Ini berkat masyarakat kita sudah cerdas dan tidak terpengaruh hoaks dan fitnah,” katanya.(*)