Teluk Tapang Bakal Jadi Pelabuhan Induk di Sumbar

admin

Padang – Berstatus pelabuhan pengumpan, kini Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat ini direncakan bakal berubah status menjadi pelabuhan induk. Dengan adanya perubahan status tersebut, nantinya pelabuhan Teluk Tupang akan menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Sehingga dalam pembangunan prasarana pendukungnya, akan dibiayai oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat, Heri Nofiardi, mengatakan, dengan berubahnya status tersebut, maka pemerintah di daerah akan menjadi bagian untuk mengawasi dan menjaga pelabuhan tersebut.

“Kini progres pembangunannya sedang membangun akses jalan. Karena memang kendala salah satunya untuk memfungsikan pelabuhan itu, akses jalan harus memadai. Namun untk perkara jalan, bukanlah kewenangan perhubungan,”katanya, Jumat (30/8/2019).

Hei mengatakan untuk perubahan status dari pelabuhan pengumpan menjadi pelabuhan induk itu, ditargetkan revisinya tuntas pada 2019 ini. Kemudian untuk anggaran pembangunan fisiknya, dapat dikerjakan pada 2020 mendatang.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengungkapkan, pada 2019 pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang kucurkan anggaran Rp43 miliar dari pusat. Sebanyak Rp40 miliar untuk pembangunan jalan, dan Rp3 miliar untuk prasarana pelabuhan.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut bersumber dari Kementerian Perhubungan, untuk menyelesaikan sarana dan prasarana yang ada di pelabuhan di Pasaman Barat tersebut.

“Untuk jalan, yang jelas dibuka dulu sepanjang 42 kilometer, dan diupayakan untuk bisa dilalui kendaraan. Karena uangnya mungkin kurang, karena itu Kementerian PU menjanjikan, jika ada sisa tender akan diarahkan untuk Teluk Tapang,”katanya.

Pelabuhan Teluk Tapan ini ditargetkan beroperasi pada 2021. Secara bertahap, pembangunan jalan sepanjang 42 kilometer dan 12 jembatan besar dan 6 jembatan kecil menuju pelabuhan tersebut akan diupayakan.

Menurt Nasrul Abit, setelah beroperasinya Pelabuhan Teluk Tupang, maka semua potensi di wilayah pantai Barat Sumatera bisa disuplai dari pelabuhan tersebut, seperti potensi perikanan, CPO dan lainnya.

Khusus untuk CPO, angkutan CPO tidak perlu lagi menggunakan jalur darat menuju Padang yang memakan waktu lama, dan berisiko menyebabkan rusaknya jalan-jalan yang ada, karena dilewati truk CPO.

“Saat ini kondisi jalan menuju pelabuhan tersebut masih belum memadai. Bahkan, karena buruknya jalan, jarak tempuh dari Simpang Empat menuju Teluk Tapang mencapai 4,5 jam. Padahal, seharunya jalan itu bisa dilewati hanya 2 jam perjalanan saja,”jelasnya.

Nasrul menegaskan, keberadaan Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, sangat penting untk mengangkat perekonomian daerah tersebut. Hal ini seiring besarnya potensi alam yang ada di Pasaman Barat, mulai dari kelapa sawit atau CPO, ikan, tambang biji besi dan potensi lainnya.

Dengan adanya pelabuhan, akan memudahkan membawa hasil alam Pasaman Barat keluar daerah melalui jalur laut. Apalagi, saat ini sudah ada perusahaan yang sedang menambang biji besi, dan dalam waktu dekat akan ada pembangunan pabrik semen, pabrik refeneri atau industri pengolahan minyak mentah kualitas besar.

“Tentu dengan potensi itu, maka keberadaan pelabuhan sangat penting. Selain bisa mengangkat ekonomi masyarakat, juga bisa membuka peluang kerja,”katanya.(*)