Tidak Mau Isolasi 14 Hari, Akan Dijemput Paksa

admin

Padang – Bagi orang yang baru masuk Sumatera Barat diwajibkan untuk mengisi data dan isolasi diri, selama 14 hari dibawah pengawasan tim kesehatan. Bagi yang tidak mematuhi, akan dilaporkan untuk isolasi oleh petugas kepolisian.

Hal itu tertuang dalam salah satu poin dalam surat Gubernur Sumbar tentang Data Pemantauan pendatang dan perantau (pelintas) yang berisi beberapa pelaksanaan kepada Walikota dan Bupati se Sumatera Barat.

“Ini, ada tren kenaikan angka positif. Saya imbau kepada semua, jangan ada lagi toleransi. Wajib isi form dan isolasi 14 hari, maka harus menaatinya. Kita semua harus mengawasi yang bersangkutan, ”kata Nasrul Abit, Senin 13 April 2020, usai rapat percepatan penanganan Covid19.

Lebih lanjut, Nasrul Abit menyebutkan sudah ada Instruksi Gubernur. Juga telah ada petugas sampai ke tingkat kelurahan, sampai RT dan RW, jorong, dan kepala kampung.

“Tadi sudah disepakati dalam rapat, apabila yang bersangkutan tidak mau isolasi mandiri (yang isi blanko isolasi), maka akan kita jemput paksa, akan diantar ke karantina,” tegas tokoh yang berperan dalam penyelamatan perantau Sumbar di Wamena.

Tidak hanya itu, di Kabupaten dan kota sudah menyiapkan tempat karantina. Jika penuh atau tidak ada di daerah tersebut, Pemprov Sumbar menyiapkan sembilan tempat karantina dengan total kapasitas 472 orang.

Nasrul Abit mengungkapkan, agar mata rantai penyebaran COVID-19 ini dapat segera diputus, maka semua pihak harus tertib. Pemprov juga telah mengimbau kepada perantau agar tunda pulang kampung

.

Nasrul Abit juga minta seluruh pihak jangan anggap main-main COVID19, karena akan membahayakan semua warga di Sumbar. Mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode itu mohon pengertian semua pihak, agar #JagaDiri dan #JagaDunsanak

“Mohon maaf, ini terpaksa harus dilaksanakan . Karena dari data statistik yang ada, penyebaran Corona ini dari luar Sumbar,” ujar Nasrul.

Perihal penerapan jemput paksa terhadap masyarakat yang tidak mau isolasi mandiri, meski sudah mengisi form isolasi mandiri, menurut Nasrul Abit, teknis pelaksanaan diserahkan aparatur setempat. Wagub sarankan jika ditemukan hal itu, maka petugas dan aparatur pemerintahan segera melaporkan ke aparat kepolisian untuk dimasukkan dalam lokasi karantina yang telah disiapkan.

Walau yakin akan banyak pelintas mengikuti aturan isolasi 14 hari, namun langkah itu terpaksa akan diambil demi keselamatan semua warga di Sumbar.

“Kalau tidak, kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah Corona ini. Prediksi dari ahli kesehatan masyarakat Universitas Andalas, akan terjadi lonjakan angka positif mencapai 350. Ini jangan dianggap gampang. Sekarang sudah 45 kasus,” terang Nasrul Abit.

Semakin lama penanganan akan membutuhkan biaya yang makin besar untuk peralatan dan biaya operasional. “Kita semua ingin hidup normal seperti sebelumnya. Mari disiplin,” tutup Nasrul Abit.(*)