+62 811-6948-844 ~ ADC nasrulabit.com@gmail.com

Wagub Sumbar: Banyak Modus Untuk Masuk Sumbar. Parahnya, Mereka Berusaha Mengelabui Petugas

Share

Padang – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyebutkan, saat larangan mudik sekarang banyak modus yang digunakan oleh oknum masyarakat untuk bisa masuk ke Sumatera Barat. Mereka mengelabui petugas yang berjaga di posko cek poin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Seperti di posko Kabupaten Limapuluh Kota misalnya, Nasrul Abit menemukan adanya kendaraan angkutan pemumpang disulap menjadi kendaraan logistik barang. Tidak hanya itu, alasan lain mengantarkan kendaraan yang baru dibeli. Ada yang ditemukan di atas kendaraan baru yang diangkut truk. Bahkan menggunakan perahu agar tidak melewati posko jaga.

“Sidak yang saya lakukan Selasa dini hari tadi, masih banyak kita temukan oknum masyarakat dengan berbagai macam modus,” kata Nasrul Abit, Selasa 19 Mei 2020.

Disisa waktu pelaksanaan PSBB ini kata Nasrul, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak akan lagi memberikan toleransi. Aturan larangan mudik untuk masuk ke daerah PSBB diperketat. Semua masyarakat yang datang dari luar Provinsi Sumbar, dilarang masuk. Kecuali tenaga kesehatan, aparat yang bertugas dan kendaraan pengangkut kebutuhan logistik.

Selain itu, Wagub juga meminta petugas tetap tegas, jeli dan tetap menggunakan cara – cara yang baik untuk menerapkan aturan.

Demi Sumatera Barat terbebas dari pandemic COVID-19, Nasrul Abit meminta kepada seluruh masyarakat untuk memaklumi kondisi saat ini. Jika, pemerintah membatasi akses keluar masuk, itu semata-mata agar persoalan penanganan COVID-19 ini cepat selesai.

“Ini mohon maaf kepada semua. Kami ingin Sumatera Barat ini aman, sehat. Jadi, ikuti seluruh protokol kesehatan, instruksi yang sudah dibuat oleh pemerintah. Tidak ada lagi yang masuk ke Sumbar sementara waktu. Jadi, mohon bersabar. Ini semua, untuk kesehatan dan keselamatan kita semua,” ujar Nasrul.

Disisa waktu penerapan PSBB yang tinggal Sembilan hari lagi, mantan Bupati dua periode itu bertekad akan menuntaskan kasus transmisi lokal. Menurut hasil analisis kata Nasrul Abit, saat ini kasus penyebaran COVID-19 di Sumbar terjadi akibat adanya transmisi lokal. Sementara, untuk kasus dari luar (imported case) tidak ada lagi.

“Kalau masih ada, tentu juga imported case bisa berpotensi terulang kembali,”tutup Nasrul.

Sumatera Barat sudah meningkatkan pemeriksaan swap dan menjangkau kepada Orang Dalam Pengawasan (ODP). Beberapa daerah masih dinyatakan zona hijau, walau terus mengirimkan sampel untuk diperiksa.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera merilis angka kasus tambahan Coronavirus Disease 2019. Berdasarkan laporan dari laboratorium fakultas kedokteran Universitas Andalas dan Balai Veteriner Bukittinggi, Selasa 19 Mei 2020, terjadi penambahan sebanyak 11 kasus dengan rincian delapan dari Kota Padang, Dua dari Kabupaten Dharmasraya dan Satu kasus dari Kota Solok.

Total sampai hari ini, sebanyak 420 orang warga Sumatera Barat dinyatakan terinfeksi pandemik COVID-19. Sedangkan yang sudah sembuh, tercatat ada sebanyak 117 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 22 orang.

Dari total yang telah dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 tersebut, 141 orang diantaranya masih dirawat di berbagai Rumah Sakit, isolasi mandiri 50 orang, isolasi daerah 6 orang, di Bapelkes 11 orang dan di BPSDM 73 orang, meninggal dunia 22 orang dan sembuh sebanyak 117 orang.

Sementara untuk total Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hingga hari ini terdata ada sebanyak 785 orang. Dari 785 PDP tersebut, 77 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil labpratorium. Dinyatakan negatif, pulang dan sehat ada sebanyak 708 orang.

Sedangkan untuk total Orang Dalam Pemantauan (ODP), ada sebanyak 8.951 orang. Rinciannya, yang masih dalam Proses pemantauan sebanyak 276 orang, terdiri dari karantina Pemda 33 orang dan 243 orang isolasi mandiri. Dan yang, selesai pemantauan tercatat sebanyak 8.675 orang. (*)

Leave a Reply