Wagub Sumbar : FKAN Pauh IX Memiliki Inovasi Untuk Kesejahteraan Masyarakatnya

admin

PADANG – Forum Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Kecamatan Kuranji menjadi wadah bagi Anak Nagari yang memiliki torobosan dan inovasi baru dalam mendorong pelaksanaan pembangunan di daerah mereka dalam mensukseskan program pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakatnya sendiri.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Drs. H. Nasrul Abit Datuak Malintang Panai saat membuka pusat kuliner Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranji.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Zirma Yusri, Ketua KAN Pauh IX Suardi Datuak Rajo Bujang, Ketua FKAN Pauh IX Evi Yandri Rajo Budiman, Ketua Forum LPM se Kec Kuranji Irwan Basyir, SH, MH Datuak Rajo Alam dan para tokoh adat, serta masyarakat Pauh IX Kec Kuranji.

“Selama ini kita hanya mengangap budaya itu identik dengan tradisional, ternyata hari ini Pauh IX adat budaya tetap dipertahankan dengan menampilkan kesenian-kesenian dan silat, ini suatu kearifan lokal yang kuat,” tuturnya.

Wagub Nasrul Abit mengharapkan pusat kawasan wisata budaya dan kuliner ini bisa menjadi bangkitan ekonomi masyarakat Pauh IX Kuranji yang baru dengan dukungan segala unsur dalam Nagari Pauh IX Kuranji.

“Konsep ini layak kita jadikan percontohan dalam pengembangan ekonomi UMKM di Sumbar,” ucap Nasrul Abit Datuak Malintang Panai.

“Harapan kami kedepan, tempat ini dapat semakin berkembang, jaga kualitas layanan dan kebersihan yang terpenting pertahankan nilai-nilai luhur yang menjadi semangat awal saat mendirikan pusat kawasan wisata budaya dan kuliner ini,” sambungnya.

Nasrul Abit menilai permasalahan sosial yang belakang ini kerap terjadi di tengah masyarakat menjadi perhatian serius adalah masalah narkoba yang harus disikapi seluruh pemangku kepentingan di provinsi itu.

“Dengan adanya kegiatan ini, anak nagari bisa terhindar dari berbagai macam pengaruh buruk penyakit masyarakat, seperti narkoba, judi dan minuman keras,” ujarnya.

Wagub Sumbar juga memberikan apresiasi kepada FKAN dengan berbagai ide yang dilahirkan untuk pembangunan di Nagari kita. Keberadaan FKAN saat ini betul-betul terasa oleh Anak Nagari, apalagi adanya pusat wisata budaya dan kuliner ini, dengan pola bagi hasil nagari Pauh IX bisa membangun nagarinya.

Pusat wisata budaya dan kuliner nagari Pauh IX menerapkan sistem dengan para pelaku usaha, yaitu penjual hanya menyediakan barang dagangan, sementara anak nagari menyediakan fasilitas mulai dari jasa pramusaji sampai dengan pembayaran listrik dan air.

“Ini merupakan wujud nyata dari penerapan konsep ekonomi kreatif, karena dari sini kita bisa melihat adanya pemberdayaan masyarakat, pertunjukan seni budaya tradisi dan ada penerapan sistem ekonomi kerakyatan.