PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menjadi pembicara dan sekaligus membuka secara resmi Rapat Koordinasi Persiapan Musyawarah Daerah Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021, di Auditorium Gubernuran, Senin (7/12/2020).

Turut hadir dalam kesempatan itu, para Narasumber Kowani Pusat, Elita Gafar, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumbar, Ketua Umum BKOW Sumbar, dan Ketua Umum GOW se Sumbar serta diikuti sebanyak 120 orang peserta terdiri dari utusan organisasi perempuan kabupaten/kota se Sumbar.

Dikatakan wakil gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk penguatan organisasi dan memantapkan musyawarah daerah BKOW tahun 2021 mendatang. Yang sepenuhnya didukung anggaran APBD melalui dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan bantuan dari berbagai pihak baik bantuan material dan maupun moril.

“Sesuai dengan langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan, dengan melihat situasi dan kondisi saat ini yang ada di tengah masyarakat, agar musda dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Nasrul Abit.

Selanjutnya ia, juga menyebutkan musyawarah daerah BKOW ini, akan bentuk setelah Gubernur dan wakil Gubernur Bupati, Walikota terpilih pada 12 Februari 2021 nanti, supaya tidak mengambang dalam pemilihan Ketua agar bisa memilih isu-isu terakhir.

“Salah satunya adalah masalah Covid-19 karena sampai hari ini belum selesai. Perlu sosialisasi mengajak masyrakat agar tetap patuh protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan ditambah lagi dengan Mandi (4M),” ujar Nasrul.

Ini adalah masalah kesehatan perlu peran ibuk-ibuk mendisiplinkan anak, mendisiplin keluarga, termasuk mensosialisasikan ke masayarakat terutama didalam organisasi. Dengan cara seperti itu, InsyaAllah Covid-19 akan hilang berkat memakai perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Peran Gender sangat besar ditengah masyarakat, kata Nasrul Abit, sesuai harapan organisasi ini sudah pantas mempunyai kantor supaya organisasi bisa berjalan. Karena kalau sudah selesai musda akan melakukan penyusunan program melekat melaui dinas terkait.

Programnya adalah isu-isu terkait bagaimana pembinaan keluarga, pembinaan Gender, perlindungan anak, itu harus dilakukan.

“Saya yakin peran ibuk-ibuk bisa melakukan itu semua,” ucap Nasrul.

Selanjutnya Wagub meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumbar bisa melakukan pembinaan melalui Rakor dengan PKK, Dharma Wanita, GOW, agar dapat menyusun rapat kerja yang jelas untuk kedepan.

Semoga BKOW lebih baik dari tahun sebelumnya. Tidak boleh menyalahkan yang terdahulu. Bekerja dengan komitmen sungguh-sungguh, sehingga memiliki program kerja untuk kedepan dan bisa membawa kesejahteraan, peningkatan Gender lebih aktif kedepan, terhadap perlindungan anak.

Semoga tidak ada lagi kekerasan seksual, tidak ada lagi orang tua memukul anaknya, tidak ada lagi perempuan malam, dengan adanya peran perempuan dapat menjadikan anak yang berkarakter dibidang agama, Sholeh dan Sholeha.

“Untuk mari kita bentuk karakter bangsa, agar tercipta generasi lebih cerdas sehingga punya tatanan diri, itu adalah tugasnya Gender,” harap Nasrul.(*)