Padang – Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit menyampaikan rasa prihatin atas terinfeksinya Wawako dan Sekda Kota Padang. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Padang untuk dapat bersama-sama berdoa agar kedua pejabat Kota Padang ini, diberikan kesabaran dan kesembuhan.

“Kita dapat informasi pagi tadi. Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat turut prihatin. Mari kita bersama-sama mendoakan pak Wawako dan Sekda Kota Padang agar lekas sembuh dan dapat beraktifitas kembali melayani masyarakat,”kata Nasrul Abit, Senin 31 Agustus 2010.

COVID-19 tak pandang bulu, kata Nasrul Abit, siapa saja dan apa saja profesinya, berpotensi dapat tertular. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat kembali mengimbau kepada seluruh lapisan untuk lebih taat dan disiplin terhadap protokol kesehatan. Selalu gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Jika ada yang merasa pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi positif, atau merasa ada gelaja yang mirip dengan gejala klinis COVID-19, agar dapat sesegera mungkin memeriksakan diri. Salah satunya, swab tes. Dengan swab tes, maka bisa dipastikan status yang bersangkutan positif atau negatif COVID-19.

“Selalu taat dan disiplin protokol kesehatan. Selalu kenakan masker. Jangan anggap remeh dan abai COVID-19 ini. COVID-19, bisa menginfeksi siapa saja,”tutup Nasrul Abit.

Diketahui, Sejak beberapa pekan terakhir, temuan-temuan kasus baru terkonfirmasi positif di Sumatra Barat, kian mengerikan. Bahkan, beberapa kali sempat memecahkan rekor baru kasus temuan harian.

Data hari ini, dari total 1.988 sample spesimen yang diperiksa di Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso, terkonfirmasi 91 sample spesimen diantaranya positif COVID-19.

Dari total 91 sample terkonfirmasi tersebut, kota Padang kembali mendominasi dengan temuan kasus terbanyak yakni 40 kasus, Kabupaten Agam Lima kasus, Kabupaten Padang Pariaman Delapan kasus, Kabupaten Pesisir Selatan Satu kasus, Kabupaten Solok Selatan Satu kasus dan, Kota Pariaman 36 kasus.(*)